Ciri khas Prefektur Gifu

Ciri khas Prefektur Gifu

[Hunian] Dekat dengan area metropolitan, sewa rumah yang murah, lingkungan yang nyaman untuk ditinggali.

Prefektur Gifu berada di posisi yang praktis, dekat dengan 3 kota besar. Dari kota Gifu, di mana kantor pemerintah prefektur berada, kita dapat ke Nagoya dengan jalur Tokaido dalam sekitar 20 menit dan dari Nagoya, kita dapat ke Tokyo dengan Shinkansen Tokaido dalam sekitar 1 jam 40 menit, serta ke Osaka dalam 55 menit.
Selain itu, perbedaan dengan daerah perkotaan adalah biaya (sewa) hunian. Dibandingkan dengan daerah metropolitan seperti Tokyo, Osaka, dan Nagoya, harga sewa di prefektur Gifu lebih murah dan merupakan lingkungan yang nyaman untuk ditinggali.

[Uang] Tingkat harga adalah terendah ke-5 di Jepang

Prefektur Gifu juga menarik karena biaya hidupnya yang rendah. Anda dapat menjalani kehidupan yang nyaman dengan tingkat harga ke-5 dari yang terendah secara nasional. Biaya rendah ini dipengaruhi biaya tempat tinggal, makanan, air dan listrik.
• Indeks perbedaan harga konsumen daerah (rata-rata nasional 100) 97,3 (peringkat terendah ke-5 di Jepang)
[Referensi: Tokyo 104,7, Osaka 99,7, Aichi 97,6]
* "Survei Statistik Harga Eceran (Edisi Struktur) " Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi 2019

[Hiburan] “Gifu: Negeri Aliran Jernih” dengan banyak sungai indah

Prefektur Gifu memiliki banyak sungai yang indah, seperti Sungai Nagara dan memiliki julukan "Gifu: Negeri Aliran Jernih ". Banyak juga hiburan alami, seperti diadakannya festival kembang api di musim panas. Selain itu, daerah wisata yang diberkati dengan banyak sumber daya pariwisata, antara lain pemandangan indah empat musim yang ditenun oleh hutan dan aliran sungai yang jernih, desa Shirakawa dengan rumah tradisional jenis Gassho yang terdaftar sebagai situs warisan dunia, mata air panas yang diwakili desa mata air panas Oku Hida dan "Goro Onsen" yang termasuk tiga mata air terkenal Jepang, dan tradisi memancing dengan burung Pecuk (Kormoran) di sungai Nagara sejak 1300 tahun lalu.

[Warga/Karakter kedaerahan] Prefektur yang penduduknya menganggap keluarga bernilai tinggi

Berdasarkan sensus nasional 2015, rasio 3 generasi yang terus tinggal bersama di Prefektur Gifu adalah 11,1% (nilai nasional 5,7%), peringkat ke-11 di negara ini. Dari situ terlihat karakter kedaerahan yang menghargai keluarga dan hidup bersama serta saling membantu. .
Selain itu, relatif rajin dan bermotivasi untuk kerja, dengan rasio angkatan kerja adalah 71,2% untuk laki-laki, peringkat ke-13 di Jepang, 51,7% untuk perempuan, peringkat ke-11 di Jepang, rasio bekerja di usia 60-an adalah 56,8%, peringkat ke-7 di Jepang, dan rasio jumlah keluarga dengan suami-istri bekerja terhadap jumlah keluarga umum adalah 32,6%, peringkat ke-6 di Jepang.

[Budaya] Jiwa seni berkarya yang berkembang sejak dulu

Di Prefektur Gifu, jiwa seni berkarya telah membudaya, dimulai dari “kertas Honmino-Shi” bersejarah 1300 tahun yang terdaftar sebagai warisan budaya tak benda UNESCO, dan tradisi kuno membuat benda tajam, mebel/kayu, keramik, dll. Industri - industri ini telah mengakar karena air dan hutan yang kaya, serta diberkati dengan tanah berkualitas baik, air melimpah, kayu berkualitas baik, dan kayu bakar untuk bahan bakar. Budaya tradisional yang penuh dengan kearifan nenek moyang ini masih diwariskan dengan hati-hati dan telah menjadi industri - industri utama Prefektur ini. Selain itu, layaknya kawasan bersejarah, diselenggarakan juga banyak acara, seperti festival budaya, dll.